• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

OBITUARI - Prof. Linawati Hardjito - Inovator Berkearifan Lokal



Duka mendalam bagi BIC dan segenap Inovator Indonesia, tentunya juga bagi IPB; saat mendengar berita berpulangnya Prof. Dr. Linawati Hardjito, pada Minggu pagi, 18 Juli 2021 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baa, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dr. Linawati pergi ke Kabupaten Rote Ndao (NTT) dalam rangka tugas bersama mitra Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Pada 24 Juni 2021, saat hendak kembali ke Bogor, Prof. Linawati melakukan pemeriksaan dengan rapid test antigen sesuai protokol, dan ternyata terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga harus menjalani karantina perawatan terpusat di Rusun Nee. Namun kondisinya pada 8 Juli 2021 yang lalu memburuk, dan sempat dirujuk ke RSUD Baa di ruang isolasi khusus Covid-19, namun akhirnya jiwanya tak tertolong.

BIC telah mengenal dan mendukung kiprah inovasi Dr. Linawati sejak dimulainya "100 Inovasi Indonesia-2008", saat beliau mengajukan karya inovasi tentang pembuatan kosmetika tabir surya (sunblock) dari buah mangrove Xylocarpus Sp. Gagasan riset diperoleh saat Dr. Linawati melihat nelayan-nelayan pancing di Maluku yang badannya dibaluri dengan semacam bedak putih yang dibuat dari tepung buah mangrove. Selanjutnya team beliau menjadi langganan tetap mengajukan proposal ke pemilihan 100+ Inovasi Indonesia, dan topiknya terfokus pada sumber daya tanaman dan organisme pesisir Indonesia yang memang sangat kaya dan masih sangat sedikit dimanfaatkan; khususnya aneka rumput laut Indonesia yang saat ini sebagian diekspor hanya sebagai olahan "rumput kering". Namun gagasan inovasi Prof. Linawati  sangatlah luas, mulai dari kosmetika, obat-obatan, kimia dan pewarna untuk industri, bahan pangan dan banyak lagi. Dan beliau tidak pernah berhenti hanya pada tataran riset, namun selalu mendorong inovasinya menuju berbagai kegiatan usaha, termasuk mendirikan perusahaan sendiri.      

Yang sangat mengesankan untuk dikenang dari Prof. Linawati adalah sifatnya yang sangat rendah hati, namun pada saat yang sama sosok pembelajar yang luar biasa, dengan instinct bisnis yang kuat. Dalam komunitas inovator BIC, Prof Linawati dikenal sebagai salah satu "Srikandi Inovasi IPB". Salah satu tesis Dr. Linawati dalam soal inovasi di Indonesia adalah pentingnya mengamati dan belajar dari tradisi serta kearifan lokal masyarakat untuk mencari gagasan inovasi. Dari pengalamannya, sebagian besar tradisi dan kearifan lokal terbukti secara ilmiah saat dilakukan penelitian. Ini berarti, riset untuk inovasi dapat dilakukan lebih terarah, lebih cepat, lebih murah, dan dengan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi. Selain itu, Prof. Linawati senantiasa memikirkan bagaimana produk-produk inovasi yang dikembangkannya berdampak bagi masyarakat, yang selalu dirangkulnya sebagai mitra dalam pengembangan proyek-proyek inovasinya bahkan sampai ke proyek-proyeknya di mancanegara.  
      
Prof. Linawati, beristirahatlah dengan damai ....    

(KS/18/07/21)


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

UPDATE: 117 INOVASI INDONESIA – 2025, BATCH FINAL

Penerimaan proposal inovasi batch ke lima menuju pemilihan “117 Inovasi Indones

SELAMAT JALAN YANG PAMITAN, SELAMAT BERJUANG YANG DATANG

Di hari Pahlawan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Puti

SEKALI LAGI INOVASI INDONESIA MENGGEBRAK DUNIA

Tepat selang setahun setelah karya inovasi Indonesia dari Atsiri Research Center (ARC) Aceh terpilih

NOBEL EKONOMI 2025: PERTUMBUHAN BERBASIS INOVASI

Pada 13 Oktober 2025 yang lalu, Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia mengumumkan pemenang Hadiah

WADUUH …..!!! INDEKS INOVASI INDONESIA – 2025 TURUN

Tahun 2025 ini Indonesia diberitakan menduduki peringkat ke 55 dari 139 negara dalam Indeks Ino